SINOPSIS TAKDIR LONCENG CINTA Episode 51 ANTV Hari Ini Tanggal 22 Agustus 2018

Posted on

SINOPSIS TAKDIR LONCENG CINTA – Kareena cemas tentang persiapan perkawinan, Rakhi menyatakan padanya ia sudah memperoleh tgl Sangeet. Para cewek mengingatnya, sementara Prithvi gusar mencermatinya.

Prithvi berpikir ini sudah cukup saat ini, ia memutuskan buat membunuh Janki di pesta saat ini namun dengan cara kematiannya kelihatan serupa musibah. Ia berputar buat menatap Janki duduk berbarengan Sarla serta Bibi serta bingung gimana ia harus membunuhnya? Preeta memperhatikannya menatap Janki.

Preeta bertanya pada Prithvi apa yang ia pikirkan. Ia menyatakan ia berpikir tentang Janki, ia hendak memiliki banyak persoalan di dalam pikirannya. Ia tidak mampu melihatnya serupa ini. Buat seluruh orang, ia seorang pelayan, namun untuk mereka, ia ialah anggota keluarga. Ia telah berdiskusi dengan seorang sahabat dokter serta ia hendak memeriksanya. Preeta menyatakan ia amat baik serta berterima kasih padanya.Ia pergi buat minum minuman ringan untuknya. Preeta tersenyum menatapnya. Karan tiba serta bertanya padanya apa yang istimewa di Prithvi bahwa ia mengawasinya serupa itu. Sesudah itu ia mengatakan, ia cuma pantas memperoleh Prithvi, ia tidak memiliki sesuatu yang istimewa. Ia bertanya apa yang ia maksud dengan itu? Pada hari lain ia menyatakan pada Prithvi bahwa tidak terselip gadis yang lebih baik daripada Preeta serta hari ini ia menyatakan ini. Karan menyatakan ia cuma mengatakan serupa itu. Ia pikir ia hendak menyingkirkan tiap kesulitan. Ia bertanya ia berpikir serupa itu untuknya? perkara? Ia menyatakan kalau ia dapat berpikir bahwa ia mengesankan gadis buat keuntungan bisnisnya, sehingga ya, ia pula mampu berpikir serupa itu untuknya. Lagi pula ia senang ia menemukan Prithvi, bahwa tidak ia hendak senantiasa terselip di sekitarnya. Ia bilang ia tidak percaya pada jalinan, karna itu perkawinan berlangsung. Ia menggoda menyatakan siapa yang pingin jadi pacarnya. Ia menyatakan paling tidak ia memiliki seorang, tidak serupa ia – seorang penyendiri. Ia menggodanya lebih menyatakan Prithvi kurang baik serta ia layak itu. Ia bertanya kenapa ia membuang-buang waktu berdebat dengannya serta pergi.Sameer menyanjung seorang cewek. Srishti menatap ia serta menyatakan ia menyatakan kepadanya bahwa ia hendak pergi ke Karan serta di mari ia menggodanya. Ia pergi serta membawanya di samping serta bertanya apa yang sedang berlangsung? Ia bertanya tidak mampu ia menatap gadis-gadis menggodanya serta ia merusak segalanya. Ia bilang ia menatap, mereka tidak menggoda, ia menggoda mereka. Ia bertanya jadi ia memata-matainya. Ia bertanya kenapa ia memata-matainya? Ia cuma menatap serta ia tidak mampu mengabaikan itu. Ia bilang ia cemburu. Ia bilang ia tidak cemburu serta pergi sehabis berdebat dengannya.

Rakhi memohon Preeta pergi serta memanggil Karan.

Karan terselip di kamarnya. Ia menemukan telepon dari seorang gadis, Sofia. Ia bilang ia diseleksi buat sesuatu serta memujinya. Karan pula menyanjung dirinya seorang serta merintih tentang seorang bodoh yang mengira ia tidak diseleksi berdasarkan kemampuannya. Dikala itu cuma Preeta yang masuk. Ia pikir ia berdiskusi tentang dirinya serta menyatakan gimana ia berani. Ia bersembunyi buat mencermati apa lagi yang ia bicarakan tentang dirinya. Sofia menyatakan mereka harus ketemu. Ia bilang besok. Ia menyatakan tidak, hari ini serta ia pingin memeluknya erat-erat. Ia cuma memohon dekapan erat, tidak terselip yang lain? Preeta menyatakan amat menjijikkan. Karan memintanya buat ketemu nanti malam menyatakan ia pingin ketemu dengannya aja. Preeta menyatakan ia semestinya pergi memberitahunya bahwa ibunya memanggilnya. Saat sebelum Preeta keluar, ia menemukan telepon dari gadis lain serta Preeta bersembunyi lagi. Ia pula pingin ketemu dengannya. Karan pula menyanjung ia serta menyatakan ia hendak ketemu dengannya aja. Preeta menyatakan pembohong. Ia menemukan lebih banyak panggilan serta ia menyatakan perihal yang sama kepada tiap gadis serta memohon mereka buat ketemu dengannya pada waktu yang berbeda. Ia menyanjung dirinya seorang bahwa ia serupa magnet, seluruh gadis tertarik padanya. Cuma dumbo Preeta yang mengabaikannya, Ia pula tidak hendak berdiskusi dengannya. Ia pergi buat mencari angin fresh. Preeta memutuskan buat mengarahkan Karan suatu pelajaran. Ia mengontrol ponselnya serta tidak terkunci. Ia memanggil seluruh gadis serta memohon buat ketemu Karan di kamar tidurnya.

Karan keluar. Preeta bersembunyi. Karan mencari ponselnya yang terselip di tangan Preeta. Ia memanggil nomor ponselnya dari telepon rumah. Preeta melemparkannya ke tempat tidur. Ia menyatakan kenapa ia tidak mampu menatap teleponnya? Preeta telah mengacaukan otaknya. Rishabh tiba ke sana buat memanggil Karan. Karan menjatuhkan teleponnya serta ia pergi ke tempat Preeta bersembunyi. Rishabh menyatakan ia hendak mengambilnya. Karan menyatakan tidak karna itu ponselnya serta ia menjatuhkannya. Rishabh menyatakan ia hendak mengambilnya. Preeta berharap Rishabh tidak melihatnya. Rishabh menatap seorang bersembunyi di balik gorden serta berpikir itu pacar Karan serta ia menghentikannya, jadi ia tidak ketahui. Rishabh senantiasa diam. Rakhi pula tiba ke sana serta menyatakan seluruh orang sedang menunggu mereka. Karan serta Rakhi pergi. Preeta berharap Rishabh tidak memindahkan gorden. Rishabh menyebut ia selaku pacar Karan serta memohon maaf karna telah merusak momen mereka.

Preeta menyatakan ini kepada Srishti. Ia menyatakan Karan memalukan. Preeta menyatakan ia tidak memalukan, ia layak mendapatkannya. Namun saat ini ia merasa kurang baik melangsungkan ini pada Karan. Srishti menyatakan tidak butuh cemas, ia harus belajar sesuatu hari nanti. Janki tiba ke sana serta bertanya pelajaran buat mengajar siapa? Srishti menciptakan kesalahan dengan menyebut nama Karan. Janki menyatakan ia ketahui gimana menciptakan kanak-kanak serupa itu benar serta bertanya pada Preeta kalau ia membutuhkan bantuan. Preeta menyatakan semua baik-baik aja saat ini. Janki pergi. Preeta berikan ketahui Srishti bahwa ia cuma merasakan perasaan cuma dengan Karan. Jika tidak, ia amat baik kepada seluruh orang. Pada saat Karan menggodanya, ia jadi amat marah serta seluruh kejahatannya keluar. Srishti menyatakan, kekanak-kanakan, bukan kejahatan. Srishti menggoda Preeta dengan menyatakan ia berpikir kalau ia serta Karan tidak berkelahi, sehingga mereka hendak bersama-sama semenjak dulu … nona. Pacar Karan.

Kareena memohon Janki buat membawakannya sesuatu buat dimakan. Kareena mengejek kalau Janki tidak ingat apa-apa, terus menegaskan Janki bahwa ia senantiasa menghormatinya serta berkeliaran di sekitarnya. Ia lampaunya ialah tamu favorite Janki. Janki menyatakan ia tidak sempat mengingat whatever. Kareena menyatakan ia ingat begitu, serta pingin menatap Janki sampai tua. Janki pergi buat membawa jus ke Kareena, terus mengirimkannya lewat pelayan. Kareena merasa gusar pada Janki. Janki menyatakan ia tidak ingat keramahan whatever padanya, ia sesungguhnya merasa benci pada Kareena.

Preeta bergejolak dikala ia menunggu Sofia. Ia pergi buat mengirim Karan ke kamarnya. Karan mengambil pergi dari Rishab dikala ia memperkenalkan Karan kepada sekian banyak bankir. Preeta tiba ke sana serta berikan ketahui Karan bahwa seorang sedang menunggunya di luar kamarnya. Karan bergejolak. Preeta menyatakan selekasnya ia hendak dipukuli dengan parah, serta mengira itu seluruh ialah kebencian.

Rishab tiba ke Preeta serta menyatakan ia telah menatap pacar Karan di kamarnya. Ia telah menatap sandalnya. Preeta menyembunyikan kakinya di balik serta memohon ijin menemui nenek. Ia pergi buat menatap gimana seluruh gadis memperlakukan Karan. Karan bingung gadis mana yang menunggu di luar kamarnya. Ia menemukan telepon dari Sofia yang diantara di kamar tidurnya. Karan amat senang ketemu dengannya di sana. Ia tiba ke kamarnya. Preeta bersembunyi di balik gorden. Sofia mengunci pintu serta memeluk Karan. Terdapat ketukan di pintu lagi. Itu Malishka yang tiba dengan buket. Karan menutup pintu dengan cemas. Sofia gusar. Karan menarangkan ia tidak mengundang Malishka, namun Sofia butuh bersembunyi di sesuatu tempat. Ia membuka pintu buat Malishka serta memanggilnya di dalam. Dikala ia bakal menyapa serta memeluk Malishka, terselip ketukan di pintu. Pacar lain masuk, 2 yang lain gusar. Preeta berpendapat jebakan ini proporsional. Priyanka tiba pada dikala itu. Seluruhnya gadis kesimpulannya keluar dari balik gorden. Mereka seluruh saling menyalahkan serta berkelahi satu sama lain. Karan berteriak bahwa tidak terselip satupun dari mereka, kenapa mereka tiba ke kamarnya. Ia telah berikan mereka tempat terpisah serta 5 menit buat tiap-tiap. Mereka menyatakan sekretarisnya memanggil mereka, serta menukar pengaturan waktu pertemuan mereka. Karan menyuruh mereka pergi, namun seluruh orang mengharuskan mereka buat mendengarkannya. Para gadis kesimpulannya putus dengan Karan. Preeta merangkak keluar dari kursi serta meninggalkan ruangan.

Di luar, Preeta berbagi dengan Shrishti bahwa para gadis saling bertarung satu sama lain. Shrishti menyatakan ia ialah bintang yang hebat, Karan Luthra. Shrishti menyatakan bahwa ia seorang lurus ke depan, namun hati Preeta tidak berbagi rahasianya dengan dirinya seorang. Sameer tiba buat mengumumkan tentang waktu menari. Prithvi memohon Preeta buat menari, ia pergi bersamanya. Rakhi memohon Rishab buat pergi berbarengan Sherlin. Sherlin pula bersikeras buat itu. Sameer menari dengan Shrishti. Dikala Preeta berputar, tangannya masuk ke tangan Karan. Terdapat konfrontasi, terus Prithvi pergi. Karan menari dengan Preeta dengan liar. Preeta gugup serta kira-kira menangis.